Guru BP dan Pengembangan Diri

 

 

 

Optimalisasi Guru Bimbingan Konseling dalam upaya

Peningkatan Mutu Pendidikan dengan Kegiatan Pengembangan Diri
Oleh :
Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
( Kepala SMA Negeri 1 Karangnongko, Klaten)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa struktur kurikulum pada setiap satuan pendidikan memuat tiga komponen, yaitu: mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Komponen pengembangan diri meliputi kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler. Dalam hal ini kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan siswa, dengan memperhatikan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian siswa yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang dilaksanakan oleh guru Bimbingan Konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Di samping itu, untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Dalam dunia pendidikan, proses pendidikan bermutu mengacu kepada kemampuan lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola, dan mendayagunakan sumber-sumber lulusannya
Guru bimbingan konseling berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan, seperti tertera dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan : di dalam jam pembelajaran sekolah/tatap muka dan di luar jam pembelajaran sekolah berupa layanan orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, dan mediasi ( layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka ), serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.
Ada 2 layanan bimbingan : layanan bimbingan perorangan dan layanan bimbingan kelompok. a) Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh siswa ketika layanan dilaksanakan. Apapun masalah yang diungkapkan oleh siswa (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini guru bimbingan konseling dapat memanggil siswa (yaitu peserta didik yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir), namun guru pembimbing harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang menerima layanan konseling perorangan. b) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi, seperti: Potensi diri, Kiat menyalurkan bakat, minat, kegemaran, hobi, Kebiasaan sehari-hari di rumah; kegiatan rutin, membantu orang tua, belajar. Sikap terhadap narkoba; Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN); pembunuhan; perkosaan; perang. Sikap terhadap bencana alam; kecelakaan; HAM; kemiskinan; anak terlantar. Perbedaan individu
Kenyataan di sekolah belum ada manajemen bimbingan dan konseling yg dikelola secara profesional, sehingga memenuhi tuntutan Motto “BK PEDULI SISWA” dalam makna yang kita harapkan. Dalam era globalisasi dan otonomi pendidikan, manajemen BK tentunya harus dapat menyesuaikan dengan tuntutan global dan berbasis sekolah yang lebih menekankan manajemen partisipatif. BK sebagai suatu organisasi membutuhkan manajemen yang akurat agar dapat memberikan hasil yg optimal sesuai dng kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan. Optimalisasi sumber-sumber daya berkenaan dengan pemberdayaan sekolah dalam rangka pelaksanaan BK merupakan alternatif yang paling tepat untuk mewujudkan suatu sekolah yang mandiri dan memiliki keunggulan yang tinggi. Hal ini diperlukan perubahan kebijakan manajemen pendidikan dengan prinsip memberikan kewenangan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masing-masing sekolah dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah.
Kesimpulan yang diperoleh dalam tulisan ini : Peran guru bimbingan dan konseling (guru BP) mulai dari tingkat SD,SMP,SMA/SMK sangat diperlukan guna pengembangan diri siswa, layanan bimbingan perorangan dan layanan bimbingan kelompok yang disesuaikan dengan situsai dan kondisi yang ada disekolah tersebut, agar potensi yang dimiliki oleh siswa dapat digali guna dikembangkan bagi dirinya sendiri yang dapat dimanfatkan di masyarakat.

20 gagasan untuk “Guru BP dan Pengembangan Diri

  1. artikel bapak cukup bagus, akan tetapi pak, kebanyakan sekarang ini guru Bp hanya di pandang sebelah mata pak, tidak di anggap penting, bahkan kebanyakan yang di jadikan guru BP itu adalah orang yang tidak cukup jam mengajarnya atau alasan lainnya. sehingga jarang atau bahkan tidak pernah ada seminar2 khusus untuk guru BP jadi bagaimana guru BP yang sudah ada itu mau maju pak, guru BP saat ini hanya di anggap sebagai guru yang hanya pekerjaannya menangani masalah anak/siswa aja sedangkan yang lain jangan sehingga hampir tidak pernah di libatkan dalam kegitan sekolah yang menyangkut siswa,anggapan saat ini untuk Guru BP kalau siswa tersebut tidak bermasalah untuk apa guru BP, itulah pak kebanyakan dari kita semua memandang guru BP sebelah mata bahkan tidak penting guru BP tersebut ada di sekolah,apalagi urusan dalam angka kredit untuk kenaikan pangkat juga cukup susah pak

    • Tugas Guru BP :
      1. Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
      2. Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi
      anak didik tentang kesulitan belajar
      3. Memberikan layanan dan bimbingan kepada anak didik agar lebih berprestasi dalam
      kegiatan belajar
      4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada anak didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
      5. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
      6. Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling
      7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
      8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling
      9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling
      Kalau ke 9 tugas ini dilaksanakan pasti urusan dalam angka kredit untuk kenaikan pangkat tidak masalah

  2. alkhamdulillah dapat saya ketemukan yang saya masud, jika bapak memberi format untuk saya isi kegiatan dalam bidang ini akan lebih banyak berdoa buat bapak, semoga sukses selalu, mohon dikirimi formatnya di imail saya pak

  3. Mo nanya ni Pak. Sebenarnya latar belakang dimunculkannya program pengembangan diri dalam KTSP tu apa Pak? Apa mapel dan mulok aja belum cukup untuk mengembangkan anak didik di tingkat pendid dasar dan menengah? ataukah anak didik lulusan dikdasmen tu disinyalir kurang berkembang? Matur nuwun.

    • Badhe nyuwun pirsa malih Pak. untuk SD khususipun ingkang negeri napa malih ten ndhusun, kados hal yang ideal (SD punya guru BK/konselor) masih benar2 panjang njih Pak. Jadi, sebagai guru SD sepertinya tugas “hangabehi” masih akan terus dilakoni. Untuk itu, saya mohon Bapak bisa memberikan hal-hal atau materi-materi atau program-progam ke-BP-an apa yang bisa saya terapkan di SD saya terutama untuk anak yang tidak bermasalah. Matur nuwun.

  4. Bu Ning Magelang……. sebelumnya saya minta maaf , saya coba menjawab jangka panjang tiap2 Sekolah mulai dari PAUD SD SLTP SMA / SMK idealnya memiliki Guru BP, nah tugas Guru BP inilah yang nantinya tidak hanya menangani anak yang bermasalah tetapi anak yang tidak bermasalahpun penjadi tanggung jawab Guru BP termasuk Pengembangan Diri Matur nuwun

  5. Wah salut sy sm bpk yg bgtu mdalami Ke BK an.. Ini sngt brguna skli bgi kami sbg gr BK khususnya.. Trmksh pak.. N trs brekspresi pak biar bs qta jadikan teladan.

  6. Alhamdulillah, berkat artikel yg bpk tulis sangat membantu saya terutama saya baru jd guru BP
    Makasih banget pa,M.Nanang From Bandung

  7. bapak, saya bukan guru BP tp saya krn suatu hal saya mendapatkan tugas juga menjadi guru BP. hal2 apa yg harus dilakukan guru BP pertama-tama sekali, mengingat saya ndak py background ttg bimbingan konseling. terima kasih. wanti. yogya

    • Bu Wanti, Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:

      1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
      2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
      3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
      4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

  8. Pak, saya mempunyai pertanyaan tentang BK. Bilamana ada seorang siswa kelas 2, dia dari keluarga disharmonis, semester kemarin prestasinya menurun, sering membolos dan terlibat narkoba dan kini ditahan polisi. Sebagai seorang guru Bk tindakan apa yang harus di lakukan untuk menolong siswa tersebut??.SEKIAN terima kasih.

    • Pak Ari coba dengan hati nurani dilakukan adalah terus bersikap tenang dan sabar, terus berusaha objektif dan berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah.ketika anak terjebak narkoba, ia sebenarnya sangat membutuhkan dukungan, pertolongan, dan pemahaman penuh dari keluarga. Jadi, lakukan perbincangan yang empati untuk membangkitkan kesadaran dirinya. Rangsanglah kemauan dari dalam dirinya untuk mengubah diri dan menata hidupnya kembali. Bangkitkan semangat dan motivasi dirinya, bahwa hidupnya masih punya arti dan masih banyak hal yang masih bisa dikerjakan, tetapi kalau dalam peraturan sekolah ada kalimat apabila peserta didik terlibat kriminal ( tersangkut perkara Polisi dan sudah diputus pengadilan ) dapat dikeluarkan apa boleh buat hee……. 4X

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s