Berbagai Inovasi yang harus dilakukan oleh Guru untuk menunjang Kompetensi Profesi

Oleh : Drs Lugtyastyono Budinugroho M.Pd

Pendidikan sebagai pilar dasar dari pembentukan sumber daya manusia maka sangatlah hakiki bila pendidikan itu ditempatkan dalam suatu posisi paling diperlukan oleh setiap manusia, karena dalam Garis-garis Besar Haluan Negara, Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas ciri – ciri manusia berkualitas yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas dan kreatif. Bahkan pendidikan yang tercantum pada UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 BAB II Pasal 3 yang berbunyi :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Sehingga pendidikan seharusnya menempati posisi yang paling tinggi, agar supaya hasil pendidikan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Sekolah merupakan tempat pendidikan, tempat guru mengajar dan tempat murid belajar, sehingga terjadilah proses belajar mengajar yang bertujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual, spiritual, sosial serta terampil. Dengan memiliki kompetensi semacam ini, siswa diharap mampu menghadapi dan mengatasi segala macam akibat dari adanya perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan terdekat maupun terjauh.

Selain itu juga terampil, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan, memiliki kesetiakawanan sosial dan kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa para pahlawan, dan berorientasi masa depan , seperti tuntutan yang ada didalam GBHN dan UU Sisdiknas diatas.

Di tanah air kita kondisi pendidikan lebih memprihatinkan lagi karena beberapa infrastruktur pendidikan masih banyak yang belum terpenuhi termasuk SDM para pengelola dan guru. Karena itu dari beberapa masalah yang berkaitan dengan pendidikan ini yang paling menonjol dan urgent untuk dibicarakan secara serius dan terbuka adalah peningkatan profesional guru dalam dunia pendidikan , yang tentunya sangat berkaitan dengan kualitas guru.

Didalam Undang-Undang Guru dan Dosen ( UU no 14 tahun 2005 ) seorang pendidik harus memiliki 4 kompetensi profesi meliputi kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian, kompetensi kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Dengan demikian perlu kiranya seorang guru membekali bekal maksimal kepada peserta didiknya termasuk di dalamnya ketrampilan life skill. Proses kegiatan belajar mengajar adalah hal sangat penting untuk selalu dikembangkan dalam berbagai metode mengajar sehingga situasi kelas menjadi kondusif bagi siswa untuk mengembangkan diri, berkreasi dan aktif untuk meraih ilmu yang dipelajari. Sampai saat ini masih banyak didapati guru di sekolah dalam mengajarnya masih konvensional, dalam arti guru dalam mengajar secara alami sesuai bakat mengajar yang dimiliki. Sudah banyak usaha-usaha yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kualitas guru dan pendidikan guru yang dilaksanakan oleh pemerintah, karena guru berperan sangat penting dalam keterlibatannya dalam proses untuk mencapai hasil pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar disekolah saat ini masih sangat terpusat pada guru,. Hal ini mengakibatkan siswa bersikap pasif dan hanya menerima apa saja yang diberikan oleh guru, yang pada gilirannya tidak dapat mengembangkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik, berbagai masalah untuk menunjang kualifikasi dan kompetensi guru antara lain :

· Bagaimana upaya untuk peningkatan inovasi guru di sekolah-sekolah, yang dalam mengajarnya masih menggunakan cara konvensional.?

· Bagaimana bentuk-bentuk inovasi yang dapat dilaksanakan oleh guru ?

· Faktor apa yang dapat menghambat dan mendukung kompetensi pedagogis dan kompetensi profesioanl seorang guru

Gambaran Pendidikan Saat ini

Hasil pendidikan dikategorikan menjadi dua yaitu out put dan outcome, hasil pendidikan dalam pengertian output biasanya diukur dalam bentuk prestasi akademik dan perubahan tingkah laku. Sedangkan outcome adalah ketrampilan setelah mereka terjun ke masyarakat, berupa keterampilan proses dan kecakapan hidup.

Apabila kita ingin membuat sistem pendidikan kita baik maka pendidikan perlu memperhatikan 4 pilar-pilar kegiatan yang amat penting. Pilar-pilar tersebut antara lain

1. Learning to think ( belajar berpikir ) ini berarti pendidikan berorientasi pada pengetahuan logis dan rasional sehingga siswa berani menyatakan pendapat dan bersikap kritis serta memiliki semangat membaca yang tinggi.

2. Learning to do ( belajar berbuat ) adalah ketrampilan siswa dalam menyelesaikan problem keseharian.

3. Learning to live together ( belajar hidup bersama ) berarti bahwa kita hidup ini disebuah dunia yang global, berlatar belakang berbeda, agama yang berbeda dan budaya yang berbeda, sehingga siswa menghormati nilai-nilai perdamaian, penghormatan HAM, toleransi, cinta terhadap lingkungan.

4. Learning to be .( belajar menjadi diri sendiri ), pendidikan berorientasi pada bagaimana seorang anak didik di masa depannya dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang mandiri, memiliki harga diri tidak sekedar memiliki materi atau kebendaan

Jadi pendidikan tidak hanya belajar membaca dan mengetahui, tetapi juga mengajarkan kepada siswa bagaimana berbuat, menghadapi masalah, dan menyelesaikannya. Begitu juga mesti diajarkan kerjasama antarteman, sebagai manifestasi pengajaran hidup sosial, yang akhirnya akan berimbas penemuan jati diri oleh siswa. Pada kenyataan sekarang ini kita sering mendengar adanya isu-isu di masyarakat tentang turunnya kualitas mutu pendidikan di Indonesia. Guru dan kualitas pengajarannya sering dijadikan faktor penyebab dari penurunan mutu tersebut, karena keberhasilan anak didik dalam penguasaan materi pelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam penyajian pelajarannya.

Permasalahan Guru dalam Pelaksanaan tugasnya

Guru sebagai penngajar diharapkan dapat melakukan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta sebagai pendidik guru tidak sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan atau memberikan informasi kepada murid, tetapi juga membentuk kepribadian dan mengembangkan potensi bakat yang dimiliki peserta didik dan dapat mengiinternalisasi etika dan moral, padahal masalah-masalah yang dihadapi seorang pendidik sangat heterogen antara lain : Kurangnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru, guru membutuhkan penghargaan tidak hanya didalam film tetapi dalam dunia nyata, Tugas guru dianggap sebagai pekerjaan biasa saja, sedangkan guru-guru dituntut berkualifikasi nilai moral, jujur, sabar dan memiliki kepekaan dan sikap apresiasif , Kurangnya tingkat kesejahteraan guru, kecilnya tunjangan fungsional guru, Kecilnya penghargaan yang diberikan pemerintah terhadap profesi guru, Kurang memadahinya kualifikasi dan kompetennsi guru.

Agar mutu pendidikan dapat tercapai seorang guru yang professional harus memiliki kompetensi profesi : Guru harus komitmen terhadap tugasnya, bangga akan profesinya, Guru harus berkualitas, berdedikasi, dan berdisiplindan, mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya, Guru harus dapat membuat perencanaan dan mempersiapkan pembelajaran dan mengevaluasi serta menindaklanjuti hasil pembelajaran contoh : membuat perangkat KBM membuat program tahunan, program semester, silabus, penilaian, satpel dan rencana pelajaran, , Memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, antara lain menguasai ilmu pengetahuan yang dharapkan sehingga ia dapat memberi sejumlah pengetahuan kepada para siswa dengan hasil yang maksimal, Memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya, Mempunyai jiwa kreatif dan produktif, misalnya : mengikuti seminar, forum-forum ilmiah, berlangganan koran atau majalah, membeli buku-buku referensi, Selalu mengembangkan diri secara terus menerus ( Continuous improvement ) melalui organisasi profesi contohnya : MGMP PGRI dan lain-lainnya.

Pengembangan Sekolah di Masa Depan

Pendidikan, di negara negara yang sudah maju, negara asia yang sudah maju misalnya jepang atau negara-negara barat membuktikan betapa besar peran pendidikan dalam proses pembangunan. Secara umum telah diakui bahwa pendidikan merupakan penggerak utama ( prima mover ) bagi pembangunan. Secara umum pendidikan di negara yang sudah maju ( Mahmud, DM. 1989 : 18 )

1. Berhasil menanamkan semangat dan jiwa modern, yang diwujudkan dalam bentuk kepercayaan yang tinggi pada akal dan teknologi

2. Kepercayaan bahwa diri mereka mempunyai kemampuan ( self efficacy ) masa depan yang mereka dambakan.

3. Berhasil memenuhi kebutuhan tenaga kerja darai segala lapisan masyarakat.

Upaya untuk peningkatan inovasi guru di sekolah.

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ), menuntut berbagai aspek pendidikan, termasuk reformasi sekolah ( school reform ) merupakan suatu konsep perubahan kearah peningkatan mutu pendidikan, Secara umum faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses reformasi sekolah adalah sebagai berikut :

1. Tujuan dan sasaran pendidikan nasional dalam pembangunan bukan hanya untuk menciptakan golongan elit dan kaum intelektual, melainkan membentuk manusia Indonesia seutuhnya melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya pada masa mendatang.

2. Peserta didik (siswa ) merupakan subyek sekaligus obyek pendidikan.

3. Mendidik merupakan pekerjaan profesional, memberikan petunjuk bahwa tidak setiap orang dapat melaksanakan profesi mendidik.

4. Isi pendidikan merupakan segala pengalaman yang harus dimiliki peserta didik ( siswa ) sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai melalui proses pendidikan.

5. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan sumber belajar.

Bentuk / hakikat inovasinya :

a. Proses pengajaran oleh guru ( teacher teaching ) ke pembelajaran oleh murid ( student learning ).

b. Kesadaran bahwa guru bukan orang terpandai.

c. Menghargai siswa sebagai subyek belajar.

d. Memahami perbedaan tiap siswa.

e. Proses pembelajaran adalah suatu dialektika sehingga arus pembicaraan tidak searah dari guru ke murid, tapi timbal balik

Bentuk-bentuk inovasi yang dapat dilaksanakan oleh guru memenuhi Kompetensi Profesi

Dari berbagai faktor yang berpengaruh terhadap efektifitas sekolah, nampaknya factor guru perlu mendapat perhatian yang pertama dan utama, disamping kurikulumnya, karena baik buruknya suatu kurikulum pada akhirnya bergantung pada aktivitas dan kreatifitas guru dalam menjabarkan dan merealisasikan kurikulum tersebut, dalam kurikulum berbasis kompetensi guru diberi kebebasan yang lebih leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai standar kompetensi dan potensi peserta akademik dengan kata lain berhasil tidaknya mutu pendidikan tergantung guru.

Sehingga setiap guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

· Dalam menyusun atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah : siswa, ruang kelas, metode belajar atau strategi belajar, dan materi itu sendiri.

· Guru harus mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

· Menyajikan materi pelajaran secara sistematis.

· Menciptakan suasana interaksi belajar mengajar yang hidup.

· Memotivasi siswa untuk berpartisipasi dalam proses belajar mengajar

· Guru harus menguasai berbagai macam media, metode, dan evaluasi.

Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pelaksanaan memenuhi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional : Kurangnya penguasaan kurikulum, karena belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai Silabus dan sistem penilaian, Guru tidak dapat mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan, Guru tdak dapat menguasai berbagai macam media, metode, dan evaluasi, Kurangnya fasilitas dan sumber belajar. Agar implementasi memenuhi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional. berhasil disekolah, maka guru perlu memperhatikan hal-hal berikut : mengurangi metode ceramah, memberikan tugas yang berbeda bagi setiap siswa, mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuannya, serta disesuaikan dengan bidang studi, materi pelajaran harus dimodifikasi dan diperkaya, Buku referensi yang digunakan harus banyak dan luas sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Jangan ragu untuk berhubungan dengan spesialis bila ada siswa yang mengalami kelainan, gunakan prosedur yang bervariasi dalam pembuatan penilaian dan laporan, Ingat bahwa masing-masing siswa tidak dapat berkembang dalam kecepatan yang sama, usahakan mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap anak bekerja dengan kemampuannya masing-masing pada tiap pelajaran, usahakan untuk melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan.

Bentuk inovasi yang dapat dilaksanakan antara lain :

1. Belajar diluar kelas misalnya disekitar lingkungan sekolahan.

Kebiasaan membawa siswa keluar kelas untuk mengenali lingkungan merupakan kontak dan pengamatan langsung di lapangan, dengan pengamatan langsung dapat memberikan ketrampilan dan keahlian bertahan hidup dalam ketidakpastian kehidupan dunia ini.

2. Bikin cara baru dalam proses pembelajaran ( internet, SMS ).

Memang untuk melaksanakannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi bagi sekolahan yang favorit bukan merupakan suatu kendala.

3. Bikin alat peraga baru yang menarik.

4. Perubahan susunan meja, dengan pengaturan meja yang berubah-ubah proses pembelajaran menjadi tidak membosankan dll

Keberhasilan pelaksanaankompetensi profesi yang dalam pengembangannya memberikan kewenangan sangat besar kepada sekolah melalui pengambilan keputusan secara partisipasif , sangat ditentukan oleh kepala sekolah, guru, siswa, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan sekolah, untuk kepentingan tersebut kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah, kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, dalam kaitannya dengan perencanaan dan evaluasi program sekolah, pengembangan kurikulum, pembelajaran, pengelolaan ketenagaan, sarana dan sumber belajar, keuangan, pelayanan siswa, hubungan sekolah dengan masyarakat, dan penciptaan iklim sekolah.

Guru yang berhasil harus dapat melakukan inovasi dalam pengajarannya serta ada kemauan untuk mengembangkan diri, didukung fasilitas untuk peningkatan kemampuan akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir, khususnya dalam peningkatan prestasi belajar siswa dan membekali bekal maksimal kepada peserta didiknya termasuk di dalamnya ketrampilan proses dan kecakapan hidup ( life skill ).

BIODATA

Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd. , Kepala SMA Negeri 1 Gantiwarno, Klaten ( Periode 23 Desember 2004 sd 5 Juli 2007 )

5 thoughts on “Berbagai Inovasi yang harus dilakukan oleh Guru untuk menunjang Kompetensi Profesi

  1. Betul pak .. tp yang malas/bosan itu gurunya atau muridnya pak? Murid bosen belajar or guru bosen mengajar??

    Karena guru ngajar itu² saja murid jg bosen, yg sering krn guru tidak menguasai konteks kekinian .. kalah dg murid yg setiap pagi/sore tanya sama mbah GOOGLE ..

    Pak berapa prosen guru yang TDK GAPTEK pak? trus yg bisa/rutin akses internet? rajin baca/belanja buku² baru .. langganan koran/majalah top .. koleksi jurnal² penelitian terbaru .. trus nulis artikel/buku .. dll ..

  2. menanggapi hal di atas, alangkah baiknya klo sekolah2 membuat suatu progam dalam masalah teknologi, mank tidak bisa di pungkiri, rata2 guru di sekolah2 pedesaan banyak yang GAPTEK…thanks udah di ijini koment..bersama-sama kita tingkatkan profesional guru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s