Menbuddasmen ( Anies Baswedan ) menghentikan penerapan Kurikulum 2013

Terjadinya berbagai kendala dalam penerapan Kurikulum 2013 (K-13) bukan berarti kurikulum itu gagal. Kemendikbud telah bekerja keras menyukseskan berjalannya kurikulum tersebut.
Pembatalan penerapan Kurikulum 2013 dianggap sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, belum semua guru memahami substansi kurikulum tersebut.
Pasalnya, kurikulum 2013 ini sangat mahal. Sekolah tidak akan berhasil menerapkannya tanpa didukung laboratorium untuk pelajaran sains atau lapangan olahraga untuk mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memutuskan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah yang baru memakainya selama satu semester. Namun, bagi sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester bisa terus memakainya.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo gembira dengan keputusan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang membatalkan kurikulum 2013. “Keputusan yang sangat tepat. Sebagai pelaku pendidikan, saya menyambut gembira pembatalan kurikulum mentah itu,” kata Sulistiyo
Menteri Anies membatalkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di 211.779 sekolah di seluruh Indonesia dan kembali menerapkan kurikulum 2006. Sementara itu, sebanyak 6.221 sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 selama tiga semester diminta untuk terus melanjutkan sebagai percontohan.
Anies meyakini penerapan kurikulum 2006 yang lebih matang akan memantapkan kembali kemampuan siswa dan guru. Penarikan kurikulum ini juga sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan memperbaiki Kurikulum 2013.
Penundaan penerapan Kurikulum 2013 menjadi momentum untuk merevisi sungguh-sungguh kurikulum itu. Ibarat bangunan, struktur Kurikulum 2013 kurang kokoh meskipun visi kurikulum tersebut dinilai sudah tepat. Perbaikan diharapkan tidak hanya terkait implementasi, tetapi juga pada substansi.
Kekurangan dalam Kurikulum 2013 alias K-13 menunjukkan penyusunan yang terburu-buru dan paralel demi menyingkat waktu. Idealnya, butuh tiga hingga lima tahun untuk menggodok, mengevaluasi, dan memberlakukan sebuah kurikulum.
Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan sebelumnya memutuskan menerapkan Kurikulum 2013 di 6.221 sekolah. Sisanya kembali melaksanakan Kurikulum 2006. Dalam Peraturan Mendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, yang ditandatangani pada 11 Desember 2014,Pasal 1 disebutkan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013,Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat melaksanakan Kurikulum 2006 paling lama sampai tahun ajaran 2019/2020.
Berikut kumpulan lengkap

Beberapa hal yang berhubungan dengan Pembatalan Kurikulum 2013 yang bisa didownload :

1. Mendikbud Batalkan Penerapan K-13 untuk Semua Sekolah (Suara Pembaharuan )

2 Surat Menteri Kpd Kepala Sekolah perihal Pembatalan K 13

3. Permendikbud 160 th 2014 Tentang  Pemberlakuan KTSP 2006 dan  KURTILAS

Bagi Sekolah yang tetap melaksanakan Kurikulum  2013 di semester 2 TP 2014-2015 mohon mempelajari Peraturan Bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Menengah No 5496/C/KR?2014 dan No 7915/D/KP/2014 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 pada  Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Sekolah Jenjang Pendidikan Menengah yang dapat didownload  dibawah ini :

JUKNIS-PemberlakukanKurikulum-2006-dan-2013 

Sumber

http://edukasi.kompas.com/read/2014/12/15/12000011/Momentum.Revisi.Serius.Kurikulum.2013

http://www.tempo.co/read/news/2014/11/29/079625307/Ombudsman-Kurikulum-2013-Membebani-Guru-dan-Siswa

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/06/079626691/Anies-Batalkan-Kurikulum-2013-Guru-Tepat-Sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s