Muatan Lokal

Muatan Lokal Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

di Era Desentralisasi Pendidikan Mendukung Pembangunan Daerah

Oleh :
Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
( Kepala SMA Negeri 1 Karangnongko, Klaten)

Kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa struktur kurikulum pada setiap satuan pendidikan memuat tiga komponen, yaitu: mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. dan Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Permen No. 22 dan 23, mulai tahun pelajaran 2006/2007 sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri berupa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) paling lambat tahun ajaran 2009/2010,.
Bahkan tahun pelajran 2007/2008 ini hampir semua sekolah berusaha menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengacu pada Standar Isi yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sekolah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model KTSP yang disusun oleh BSNP. Namun sejauh ini guru dan sekolah sebagai pelaksana masih meraba-raba penerjemahan kurikulum tersebut. Mereka juga khawatir kekurangan buku pegangan sebagai bahan ajar. Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal.
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal
Mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi agar siswa dapat:
1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya,
2. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya,
3. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Mata Pelajaran Muatan lokal pengembangannya sepenuhnya ditangani oleh sekolah dan komite sekolah yang membutuhkan penanganan secara profesional dalam merencanakan, mengelola, dan melaksanakannya. Dengan demikian di samping mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perencanaan, pengelolaan, maupun pelaksanaan muatan lokal memperhatikan keseimbangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penanganan secara profesional muatan lokal merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu sekolah dan komite sekolah.
Sebagai contoh misalnya, sekolah yang berada di Kabupaten Klaten ini misalnya : di kecamatan Polanharjo merupakan daerah perikanan sehingga sekolah yang ada disekitarnya dapat lebih memfokuskan pada muatan lokal tentang pembibitan ikan, penangkaran dan pemeliharaan ikan, sehingga kelak jika siswa yang ada di sekitar Polanharjo ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan perikanan yang telah diperoleh di bangku sekolah; di kecamatan Bayat terkenal gerabah dan batik, sekolah yang ada disekitarnya dapat lebih memfokuskan pada muatan lokal tentang seni membatik atau teknik pembuatan grabah serta bagaimanakah grabah dapat dimanfaatkan untuk cendera mata masih banyak contoh lainnya muatan lokal yang dapat dikembangkan disesuaikan situasi dan kondisi disekitar sekolah.
Untuk mengetahui muatan lokal yang ada dapat dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah yang bersangkutan seperti Pemda/Bappeda, Instansi vertikal terkait, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha/industri. Muatan Lokal dapat ditinjau dari potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam.Sekolah yang akan menerapkan muatan lokal dapat koordinasi dengan instansi terkait yang ada dipemerintah daerah,misalnya sekolah yang akan memberlakukan muatan lokal perikanan koordinasi dengan dinas perikanan, sekolah yang akan memberlakukan teknik grabah atau seni membatik dapat koordinasi denagan dinas perindustrian, koordinasi yang dilaksanakan untuk mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan muatan lokal yang lebih sesuai.

2 thoughts on “Muatan Lokal

  1. MENDUKUNG TOTAL
    DAN MOHON SAMPAIKAN INFORMASI MENGENAI
    FESTIVAL KETHOPRAK PELAJAR KLATEN TAHUN 2009 PIALA BUPATI KLATEN
    HUB. 081548664549

    TRIMS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s