Program Induksi Guru Pemula ( PIGP )

Sistem itu adalah sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan nasional kita dibanding dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik. Ditengarai bahwa ketiadaan sistem induksi ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas guru di Indonesia.

Sistem induksi merupakan suatu sistem yang memberi kesempatan kepada guru pemula untuk dapat memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai guru dengan bimbingan dari seorang mentor. Selama masa induksi ini guru bersama mentor melakukan diskusi dan perbaikan terhadap rencana-rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pemula.

A. Pengertian PIGP (Program Induksi Guru Pemula)

Adalah kegiatan orientasi pelatihan ditempat kerja pengembangan praktek pemecahan permasalahan dalam proses pembelajaran bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya.

Prinsip  Program Induksi

Diselenggarakan secara profesional, kesejawatan, akuntabel,berkelanjutan bagi guru pemula pada sekolah/ madrasah di tempat tugasnya

Peserta Program Induksi

  1. guru pemula berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah  daerah;
  2. guru pemula berstatus Pegawai Negeri Sipil  (PNS) mutasi dari jabatan lain.
  3. guru pemula  bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.Program induksi merupakan tahap penting dalam Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB) bagi seorang guru. Program Induksi Guru Pemula dapat juga dilaksanakan sebagai Program Induksi Guru Pemula Berbasis Sekolah, karena itu pelaksanaan yang baik haruslah sistematis dan terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kemitraan diantara para guru dalam pendekatan pembelajaran profesional.Induksi merupakan proses pembelajaran professional yang berlangsung paling tidak selama satu tahun dimana guru pemula belajar menyesuaikan diri dari pendidikan guru di sekolah atau dari tempat kerja lain untuk menjadi guru baik sebagai guru tetap, guru kontrak atau guru paruh waktu di sekolah. Induksi adalah proses pembelajaran untuk menjadi guru dan pembelajaran tentang profesi guru serta merupakan proses perkembangan kepribadian.PIGP adalahkegiatan orientasi pelatihan di tempat kerja, pengembangan dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pemebelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah ditempat tugasnya.

B. Prinsip Program InduksiPenyelenggaraan program induksi bagi guru pemula didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Profesional; penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi,  sesuai bidang tugas;

2. Kemitraan; menempatkan guru pemula dan pembimbing sebagai mitra sejajar;

3. Kesejawatan; penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim;

4. Mandiri; bekerja tanpa bergantung pada pihak lain;

5. Demokratis; menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok;

6.Terbuka; proses dan hasil kerja diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan;

7. Fleksibel; menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada;

8. Partisipasif; melibatkan banyak pihak dalam pengambilan keputusan

9. Akuntabel; penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik;

10. Responsibel; penyelenggaraan bekerja sesuai dengan tupoksinya

;11. Sistemik, dilaksanakan secara teratur dan runut;

12. Berkelanjutan, dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya;

BerikuProgram induksi dilaksanakan  dalam rangka menyiapkan guru pemula agar menjadi guru profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian program induksi senantiasa dipantau dan dievaluasi agar dapat diperbaiki di masa depan. Pemantaun dan evaluasi  sebagai salah satu bagian proses penjaminan mutu pendidikan terutama dalam pemenuhan standar kompetensi guru sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Selain itu, melalui program induksi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan sekaligus memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru pemula dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, peserta didik, kondisi sekolah, dan lingkungannyat kumpulan lengkap

C.   Dasar Hukum PIGP

1.      Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen , bagian V : tentang Pembinaan dan Pengembangan, pada  Pasal 32 dan 33.

2.      Permenpaan No.16 Tahun 2009 tentang Jabatan fungsional Guru dan Angka kredirnya, bagiaqn V tentang Pembinaan dan Pengembangan, pada pasal 30.

3.      Permen Diknas No. 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula.

D.   Tujuan PIGP

1. Beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah

2. Melaksanakanpekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah

Program Induksi Guru Pemula  didasarkan pada pemahaman bahwa:

1.  Pembelajaran di tempat kerja merupakan unsur utama bagi perkembangan dan pembelajaran professional guru pemula, Tahap ini juga berperan penting dalam Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB).

2.  Pembelajaran professional melibatkan guru dan kelompok guru yang mengembangkan praktek dan pemahaman baru tentang pekerjaan mereka.

3.  Kerjasama dan dialog professional di sekolah dapat mendukung pembelajaran professional, mengembangkan praktek reflektif dan memperkuat pendekatan kolegalitas untuk perkembangan sekolah.

4.  Pembelajaran professional guru merupakan landasan bagi perkembangan sekolah dan peningkatan hasil belajar siswa serta peningkatan status profesi.

PIGP yang efektif adakah program yang:

1.  Mengembangkan kompetensi professional guru pemula dalam mengajar

2.  Menuntut peran kepala sekolah dan mentor untuk menciptakan hubungan yang kuat, professional, dan positif dengan guru pemula serta pegawai sekolah lain

3.  Didasarkan pada semangat kemitraan di sekolah dan PPB.

4.  Mengintegrasikan refleksi dan evaluasi diri untuk guru pemula, mentor dan kepala sekolah

5.  Bersifat fleksibel dan mengalami peerubahan dalam perjalanan waktu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang muncul dari guru pemula

6.  Menghubungkan guru pemula, mentor dan kepala sekolah dengan jaringan seprofesi di sekolah lain

Yang akan membimbing Guru Pemula:

1. Guru pembimbing yang telah mendapatkan SK dari Kepala sekolah

2. Kepala Sekolah

3. Pengawas Sekolah

E.   Tata Cara Pelaksanaan  Guru Pemula

Bulan 1       : Praobservasi,Observasi dan Pascaobservasi

Bulan 2-9    : Penilaian oleh Pembimbing

Bulan 10-11: Penilaian Oleh Kepala Sekolah

Bulan 12     : Laporan PIGP Kategori Baik atau tidak Baik

Aturan Nilai:

91-100: Amat Baik

76-90: Baik

61-75: cukup

51-60: sedang

< 50: Kurang

Nilai diatas 76 maka akan diterbitkan Sertifikat Guru Induksi Guru Pemula oleh Dinas Pendidik. Jika Kurang nilai 76 maka akan diperpanjang 1 Tahun lagi. Program PIGP dilaksanakan di sekolah selama 1 tahun.

Program Induksi Guru Pemula Berbasis Sekolah didasarkan pada pemahaman bahwa:

  1. Pembelajaran di tempat kerja merupakan unsur utama bagi perkembangan dan pembelajaran professional guru pemula, Tahap ini juga berperan penting dalam Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB).
  2. Pembelajaran professional melibatkan guru dan kelompok guru yang mengembangkan praktek dan pemahaman baru tentang pekerjaan mereka.
  3. Kerjasama dan dialog professional di sekolah dapat mendukung pembelajaran professional, mengembangkan praktek reflektif dan memperkuat pendekatan kolegalitas untuk perkembangan sekolah.
  4. Pembelajaran professional guru merupakan landasan bagi perkembangan sekolah dan peningkatan hasil belajar siswa serta peningkatan status profesi

PIGPBS yang efektif adakah program yang :

  1. Mengembangkan kompetensi professional guru pemula dalam mengajar
  2. Menuntut peran kepala sekolah dan mentor untuk menciptakan hubungan yang kuat, professional, dan positif dengan guru pemula serta pegawai sekolah lain
  3. Didasarkan pada semangat kemitraan di sekolah dan PPB.
  4. Mengintegrasikan refleksi dan evaluasi diri untuk guru pemula, mentor dan kepala sekolah
  5. Bersifat fleksibel dan mengalami peerubahan dalam perjalanan waktu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang muncul dari guru pemula
  6. Menghubungkan guru pemula, mentor dan kepala sekolah dengan jaringan seprofesi di sekolah lain

Garis Besar PIGBS

Tiap titik poin dalam kotak PIGPBS menunjukkan modul untuk pembelajaran professional bagi guru pemula, kepala sekolah dan mentor. Program PIGPBS merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran di universitas (pendidikan guru pre-service) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kepala sekolah harus melakukan analisis kebutuhan terhadap guru pemula dan sekolah. Program induksiguru pemula berbasis sekolah hendaknya dapat memenuhi kebutuhan individual guru pemula dengan memperhatikan aspek-aspek unik dan khas dari sekolah. Proses assessmen bagi guru pemula meliputi observasi mengajar dan pekerjaan lain yang terkait dengan pengajaran. Tahap 1 dilaksanakan dari bulan 2-9 pada tahun pertama mengajar. Assessmen tahap 1 merupakan penilaian untuk pengembangan- difokuskan pada penilaian untuk pembelajaran. Assessmen tahap 2 – penilaian untuk pembelajaran. Penilaian tahap 2 (bulan 10-12) dapat dilaksanakan setelah dilaksanakannya PIGPBS dan assessmen tahap-1. Pada assessmen tahap 2, kinerja guru dinilai berdasarkan elemen kompetensi yang tercantum dalam Standar Guru (Regulasi menteri 16/2007). Kepala sekolah harus membuat keputusan tentang kompetensi professional guru pemula setelah dilaksanakan proses penilaian Tahap 2. Proses ini meliputi pembuatan laporan tertulis secara formal tentang guru yang ditandatangai oleh guru pemula dan  kepala sekolah. Pengawas sekolah akan mengesahkan laporan tersebut setelah malakukan wawancara dan observasi terhadap guru pemula pada waktu yang telah ditentukan (bulan 10-12).

Tugas dan Tanggungjawab Ditjen PMPTK

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) sebagai pembina guru memiliki tugas dan tanggungjawab untuk membangun sistem regulasi program induksi. Selain itu juga memberikan pendampingan bagi daerah yang masih belum memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk melaksanakan program induksi.

Tugas dan Tanggungjawab Dinas Pendidikan

Bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) maka dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi sesuai dengan lingkup tugasnya memberikan informasi kepada sekolah tentang guru pemula yang ditempatkan pada sebuah sekolah. Selain informasi maka dinas pendidikan juga memberikan surat tugas kepada guru pemula yang bersangkutan untuk bertugas di sekolah tertentu. Bagi guru bukan PNS maka pihak sekolah swasta melaporkan kepada pihak dinas pendidikan tentang adanya guru pemula di sekolahnya. Dalam kaitannya dengan program induksi maka dinas pendidikan harus menegaskan kepada kepala sekolah agar melaksanakan program induksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas dan Tanggungjawab Sekolah

Hari- hari dan minggu pertama guru pemula di sekolah merupakan waktu yang sangat penting. Pada periode itu guru pemula memerlukan dukungan penuh dan juga perasaan nyaman. Kepala sekolah dan mentor harus memahami isi modul program induksi agar siap melaksanakan program orientasi sekolah yang memberikan dukungan penuh kepada guru pemula. Pada program penganalan sekolah ini diharapkan kepala sekolah dan mentor akan mengetahui informasi penting tentang sekolah dan dukungan bagi guru pemula dan juga guru pemula akan mengetahui panduan kerja pada hari-hari dan minggu pertama di sekolah. Sebelum seorang guru pemula mengawali tugasnya, sekolah dapat menyiapkan buku pedoman yang berisi tentang kebijakan sekolah, prosedur sekolah, format-format administratif dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula berlajar menyesuaikan diri dengan rutinitas sekolah dengan cepat. Buku pedoman dapat digunakan sebagai petunjuk bagi guru pemula pada awal-awal memulai tugas di sekolah. Buku pedoman tersebut dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan prosedur, rutinitas sekolah, serta membantu menunjukkan sumber-sumber yang mendukung tugas guru pemula termasuk menunjukkan orang-orang yang dapat menjawab atas berbagai pertanyaan yang dimilikinya. Komponen yang disarankan dimuat dalam buku pedoman induksi meliputi : (1) Informasi tentang rutinitas yang terkait dengan tugas-tugas harian, memeriksa kehadiran murid, rapat-rapat sekolah, kegiatan ekstra-kurikuler; dan upacara-upacara; (2) Prosedur yang terkait dengan evakuasi keadaan darurat, penanganan siswa yang sakit, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), komunikasi dengan orang tua/wali murid, ketidakhadiran guru mendadak karena sakit atau alasan lain, cara mendapatkan dan menggunakan sumber-sumber daya; (3) Informasi umum tentang direktori staf yang berisi nama-nama guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan pegawai sekolah beserta dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, Jadwal Pelajaran Sekolah, peta dan rencana sekolah, nomor-nomor telepon penting, profile masyarakat dan sekolah, norma-norma profesi guru, dan rencana sekolah. Buku pedoman induksi dapat dalam bentuk kompilasi loose leaf sehingga memudahkan pembaruan informasi. Bila buku-buku atau sumber-sumber tertentu tidak boleh difotokopi atau dibawa oleh guru pemula/baru, maka buku-buku dan sumber-sumber tersebut hendaknya ditempatkan di ruang tertentu di sekolah yang dapat diakses oleh guru pemula/baru tersebut.

Tugas dan Tanggungjawab Pengawas Sekolah

Sebagai pelaksana evaluasi maka pengawas sekolah memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut :

  1. Mempelajari modul program induksi bagi guru pemula.
  2. Menyiapkan instrumen evaluasi program induksi.
  3. Melakukan evaluasi program induksi.
  4. Mengolah data hasil evaluasi program induksi.
  5. Menyusun laporan hasil evaluasi program induksi.
  6. Memberikan rekomendasi atas hasil program induksi.
  7. Merencanakan tindak-lanjut program induksi.

Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah

Sebagai penanggungjawab sekolah dan penanggungjawab program induksi di sekolah maka kepala sekolah memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut :

  1. Menyambut guru baru/guru pemula.
  2. Memperkenalkan guru pemula kepada guru/staf sekolah yang penting.
  3. Menghubungkan guru pemula dengan guru mentor atau staf yang dapat membantu pada awal-awal masa tugas.
  4. Secara berkala menemui/menyapa guru baru untuk menunjukkan perhatian
  5. Secara berkala mengunjungi ruang kelas guru baru untuk memberikan rasa nyaman dan dukungan.
  6. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru baru.
  7. Bersikap mendukung.
  8. Melakukan evaluasi terhadap kemajuan pelaksanaan program indyuksi.
  9. Menyusun laporan hasil evaluasi pelaksanaan program induksi.
  10. Memberikan rekomendasi atas hasil program induksi.
  11. Merencanakan tindak-lanjut program induksi.

Tugas dan Tanggungjawab Mentor

Seorang mentor sangat penting artinya untuk mendukung keberhasilan program induksi. Tugas dan tanggung jawab seorang mentor meliputi tugas minggu pertama, tugas harian, dan kegiatan pendukung.

Tugas Minggu Pertama :

  1. Penyambutan guru baru
  2. Memperkenalkan guru pemula/baru kepada guru/staf sekolah yang penting
  3. Pengenalan lingkungan sekolah
  4. Menghubungkan guru pemula/baru dengan guru mentor atau staff yang dapat membantu pada awal-awal masa tugas
  5. Memberikan daftar siswa yang diajar guru pemula/baru
  6. Menunjukkan ruang kelas tempat mengajar guru baru beserta perlengkapan pendukungnya.

Tugas Harian :

  1. Mengenalkan guru baru dengan tugas-tugas administratif sehari-hari yang harus dilakukan semua guru .
  2. Menemui/menyapa guru baru untuk menunjukkan perhatian
  3. Mengunjungi ruang kelas guru baru untuk memberikan rasa nyaman dan dukungan :

Kegiatan pendukung :

  1. Bertemu dengan guru baru/pemula tiap pagi sebelum pelajaran dimulai
  2. Berbicara pada guru pemula/baru pada akhir waktu pelajaran setiap hari dan membicarakan kesulitan-kesulitan yang mungkin dialami guru dan mencari jalan keluarnya.
  3. Siap untuk mendengarkan
  4. Bersikap positif dan konstruktif
  5. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru baru
  6. Menjelaskan hal-hal yang diharapan
  7. Bersikap mendukung

Mentor tentu memiliki pengetahuan tentang lingkungan sekolah yang perlu diberikan kepada guru pemula, yaitu pengetahuan tentang siswa, tempat asal mereka serta apa yang sedang terjadi di dalamnya. Setelah guru pemula terbiasa dengan kegiatan rutinnya, maka mentor sebaiknya meluangkan waktu untuk berbicara dengan guru baru tersebut tentang persoalan atau pertanyaan yang mungkin muncul.

Tugas dan Tanggungjawab Guru Pemula

Tugas dan tanggungjawab guru pemula dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kegiatan minggu pertama, kegiatan awal, dan kegiatan pengelolaan kelas.

Kegiatan Minggu Pertama

  1. Guru pemula/ baru melapor kepada kepala sekolah, tetapi apabila guru pemula/baru tersebut belum dapat bertemu dengan kepala sekolah, maka harus melapor ke petugas administrasi atau kantor kepala sekolah dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan sekolah.
  2. Menemui mentor yang telah ditunjuk
  3. Memastikan bahwa telah mengetahui jadwal sekolah dan waktu kerja.
  4. Mendapatkan daftar siswa yang diajar.
  5. Menyiapkan ruang kelas.
  6. Memastikan siswa memiliki tempat duduk yang cukup
  7. Mengatur tempat duduk siswa.
  8. Mengumpulkan sumber-sumber yang diperlukan untuk pengajaran (buku-buku, kertas, alat-alat tulis).
  9. Menyiapkan tata tertib kelas termasuk tata cara masuk dan keluar kelas.
  10. Memahami kebijakan sekolah terkait dengan kesejahteraan dan pendisiplinan siswa.
  11. Meminta tolong pada staff/pegawai sekolah bila diperlukan.
  12. Mengatur dan menyiapkan pelajaran sebelum hari mengajar dan menyiapkan aktivitas tambahan yang mungkin diperlukan.
  13. Bersikap fleksibel dan siap untuk melakukan perubahan.

Kegiatan pengelolaan kelas yang harus dilakukan adalah:

  1. Memeriksa daftar siswa sesuai kehadrian.
  2. Menjelaskan materi yang harus dimiliki siswa dan menanyakan ketentuan sekolah tentang materi tersebut kepada kepala sekolah atau mentor sebelumnya.
  3. Menjelaskan tata tertib kelas kepada siswa, beberapa sekolah menggunakan tata tertib yang dibuat oleh guru bersama dengan murid. Pada tahap ini sebaiknya guru pemula menanyakan prosedur-prosedur yang berlaku di sekolah dan meminta saran kepada mentor atau kepala sekolah.
  4. Membuat siswa selalu aktif belajar, kumpulkan dan periksala pekerjaan siswa seawal mungkin, jangan lupa memberikan masukan atas pekerjaan tersebut, dengan cara demikian akan ingat nama-nama siswa.

Bila guru pemula/baru mulai bertugas dan menggantikan guru di sekolah sementara kegiatan belajar semester itu telah berjalan maka guru pemula/baru tersebut harus mengikuti jadwal sekolah yang telah ada. Dalam hal ini guru pemula/baru tidak memiliki banyak waktu untuk menyesuaikan diri dan memahami berbagai prosedur sekolah tersebut. Oleh karena itu sebaiknya selalu minta saran dari mentor dan guru yang telah berpengalaman setiap kali Anda mendapat kesulitan.

Kegiatan Minggu ke 2 dan Minggu berikutnya

Bila guru pemula/baru tersebut adalah orang baru di masyarakat sekitar sekolah, maka sebaiknya memahami secara umum tentang masyarakat itu serta tempat tinggal siswa. Kehidupan anak di rumah memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap pembelajaran mereka. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi siswa di rumah akan sangat membantu guru pemula/baru dalam mengajar di sekolah. Sebaiknya guru pemula/baru juga membicarakan dengan kepala sekolah dan mentor tentang masyarat lokal dan harapan guru pemula/baru tersebut terhadap siswa di kelas. Karena guru pemula/baru merupakan pendatang baru di sekolah, siswa terkadang “menguji” guru pemula/baru di kelas dengan menanyakan/melakukan hal-hal tertentu baik terkait dengan pelajaran maupun tidak, maka sebaiknya guru pemula/baru melakukan tindakan sebagai berikut:

  • menjelaskan harapan dan standard kerja siswa serta perilaku mereka, tuliskan dan pajanglah peraturan yang telah disepakati bersama.
  • menjelaskan apa yang Anda harapkan dari siswa tentang kegiatan dan tugas-tugas belajar siswa termasuk kegiatan membaca dan menulis.
  • menyiapkan sebaik-baiknya pelajaran yang diampu dan yang perlu diingat adalah persiapan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembelajaran.
  • memastikan tahu nama semua siswa yang diajar.
  • memperhatikan bahwa manajemen siswa didasarkan pada konsep sekolah sebagai tempat belajar.
  • menegakkan disiplin siswa tetapi dengan cara-cara yang ramah. Selalu ingat akan posisi Anda sebagai guru.
  • menggunakan respon/feedback positif kepada para siswa karena lebih efektif dalam hal manajemen perilaku dibanding hukuman dan respon yang negatif.
  • meminta saran dari mentor dan kepala sekolah.
  • mengenali siswa sebaik mungkin.

Pemantauan dan Evaluasi

Keberadaan program induksi memiliki tujuan dalam rangka menyiapkan guru pemula agar menjadi guru profesional dalam mengelola pembelajaran di kelasnya. Dengan demikian program induksi perlu senantiasa dipantau dan dievaluasi agar dapat diperbaiki di masa depan sebagai salah satu bagian proses penjaminan mutu pendidikan agar terpenuhi ketentuan sebagaimana telah ditentukan dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Selain itu, melalui program induksi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan sekaligus memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru pemula dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, siswau, kondisi sekolah, dan lingkungannya.

Pelaporan

Laporan ditulis oleh guru pemula, mentor, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Masing-masing laporan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Laporan yang ditulis oleh guru pemula berisi tentang kemajuan pekerjaannya sehubungan dengan modul yang telah ditentukan untuk dipelajari dan dilaksanakan.
  2. Laporan yang ditulis oleh mentor berisi tentang kemajuan hasil bimbingan yang dilakukkannya terhadap guru pemula.
  3. Laporan yang ditulis oleh kepala sekolah berisi tentang hasil evaluasi terhadap guru pemula.
  4. Laporan yang ditulis oleh pengawas sekolah berisi tentang hasil evaluasi terhadap guru pemula.

Penanganan Permasalahan

Hasil pemantauan dan evaluasi yang dituangkan dalam laporan dapat berisi hal-hal yang positif maupun hal yang negatif tentang keberhasilan program induksi yang dilakukan oleh guru pemula. Dengan demikian terdapat potensi adanya permasalahan yang ditemui dalam sebagai hasil pemantauan dan evaluasi. Untuk menangani permasalahan tersebut maka dapat diuraikan

  1. Mentor, menangani masalah teknis yang berhubungan dengan kemajuan program induksi yang dilaksakan oleh guru pemula, termasuk penyediaan fasilitas penduikung bagi guru pemula dalam melaksanakan tugas awalnya.
  2. Kepala Sekolah, menangani masalah pada level sekolah atau masalah teknis yang tidak dapat ditangani oleh mentor, termasuk perijinan, pelaksanaan evalluasi dan pelaporan.
  3. Pengawas Sekolah, menangani masalah yang berhubungan dengan hasil evaluasi program induksi dan rekomendasi terhadap guru pemula, termasuk perbaikan pelaksanaan tugas apabila ditemukan terjadinya kekurangan dalam mencapai indikatoir keberhasilan program induksi.
  4. Dinas Pendidikan, menangani masalah yang berhubungan dengan hasil evaluasi program induksi dan rekomendasi terhadap guru pemula, termasuk menangani keluhan atas pelaksanaan program induksi di sebuah sekolah.
  5. Badan Kepegawaian Daerah, menangani masalah yang berhubungan dengan hasil evaluasi program induksi dan rekomendasi terhadap guru pemula, yang mana atas hasil evaluasi dan rekomendasi ditemukan bahwa seorang guru pemula dinilai gagal melaksanakan program induksi.
  6. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, menangani masalah yang berhubungan dengan sosialisasi, regulasi, dan implementasi program induksi termasuk penyediaan program pendampingan bagi daerah yang belum mampu melaksanakan program induksi sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Beberapa hal yang berhubungan dengan Program Induksi Guru Pemula ( PIPG ) yang bisa didownload  :

1. Program Induksi Guru Pemula ( PIGP )

2. Buku Model Implementasi PIGP

3. Bimtek Program Induksi Guru Pemula

4. Panduan Kerja PIPG

5. Permenpan no 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, Angka Kredit

6. Permendiknas-no-27-tahun-2010-tentang-Program-Induksi

7.a. Modul Program Induksi Guru Pembimbing

    b. POWER POINT MODUL PEMBIMBING

8. Modul PIGP bagi Pengawas Sekolah

 9. a. Modul PIGP Kepala Sekolah

      b. POWER POINT MODUL PIGP BAGI KEPALA SEKOLAH

10  Bahan Ajar Tahap Pelaporan PIGP

11. Lembar Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Guru Mapel Kelas Pemul ( SMA )

12. FORMAT PENILAIAN PIGP  GURU BK

13.FORMAT PENILAIAN PIGP  GURU MAPEL

Contoh  SK Pembentukan Tim PIGP SMA Negeri 2 Klaten :

SK 1

SK 2

SK 3

45 thoughts on “Program Induksi Guru Pemula ( PIGP )

  1. ass. salam kenal bapak mengapa guru yang diangkat k2 rata 2 sudah lima tahun bahkan belasan mengapa ada program induksi mengapa isinya seperti itu mohon dikaji ulang bapak …

  2. Asskum, bapak saya mau bertanya, untuk guru yang mendapat sk fungsional tmt 1 Januari 2013, untuk kenaikan pangkatnya harus melampirkan sk pendidik. apakah sama dengan sertifikat pendidik bagi yang sudah sertifikasi ? terima kasih wss

  3. Pak mau tanya, kan saya sudah ikut PPG pendidikan profesi guru satu tahun dan sudah punya sertifikat pendidik, tapi oleh sekolah sy didaftrkan ikut guru induksi,,apakah ada pengecualian utk yg sudah ppg dan punya sertifikat pendidik tidak perlu ikut guru induksi?

    • Bu Novita : peserta PIGP adalah :
      1. Guru pemula berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah
      daerah;
      2. Guru pemula berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain.
      3. Guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.Program induksi merupakan tahap penting dalam
      Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB) bagi seorang GUru

  4. terimakasih Pak Infonya, cuma mau tanya ni Pak, PNS tahun 2011 wajib PIGP dan mendapat Sertifikat Induksi, lalu naik pangkat mereka juga harus melampirkan Sertifikat Pendidik, pada hal di PT belum dibuka untuk Program profesi 1 tahun dan setelah PNS belum mendapat panggilan PLPG atau PPG sementara Angka Kredit Kenaikan Pangkat Melebihi. Mohon penjelasan Bapak.

    • Pak Chairum Arfan saya kira untuk kenaikan pangkat kalau memang belom memiliki sertifikat pendidik tidak perlu dilampirkan, tetapi juga tergantung kebijakan masing masing Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota , yang penting tiap tahun membuat PKG mas dan tiap 2 tahun kalau angka kredit sudah memenuhi syarat bisa diajukan Kenaikan Pangkat/Gol , memang minimal 2 tahun Sukses untuk Bapak Chairum Arfan

  5. Terima kasihnya ilmunya, saya jadi lebih faham PIGP, sebelum sosialisasi, barokallah….! Semoga bisa terealisasi sesuai harapan, aamiin….!
    Bagaimana cara yang tepat untuk mendampingi guru pemula yang salah pilih, karena merasa bakatnya di bidang politik Bapak….?

  6. Aslm pa? Klo sdh mengikuti guru induksi apakah mendptkn tunjangan? Sdgkn yg sy bc di internet tujuan mengikuti guru induksi itu untuk mndptkn SK GT, sdgkn sy sdh GT dan sdh mengjr slm 6 thn. Mhn keterangannya. Trmksh pa

  7. Ass. Pak….saya sudah mendown load model Laporan Akhir PIGP, tetapi pada saat dibuka diminta menuliskan Pass Word. Jadi mohon Bapak berkenan membagi ke saya Pass Wordnya pak…. Terimakasih untuk balasannya

  8. Ass. Pak, saya sudah mendownload model Pelaporan PIGP, tapi ketika dibuka tidak bisa karena meminta pass word. Tolong bisa dibantu ke saya pass wordnya apa pak? Tksh atas bantuannya.

  9. maaf pak saya mau nanyak saya diangkat menjadi CPNS feb 2011 apakah saya harus ikut induksi ya ? karna info yang beredar katanya per okt 2011…mohon pencerahanya ……………..terimakasih

  10. siang pak Lug. wah saya bini kesulitan membuka blog laporan PGIP yang penjenangan sampaikan. bila berkenan saya diparingi cara yang mudah untuk mendownload laporan pembimbing PGIP. GBU

  11. Terima kasih infonya pak..sudah berbagi sehingga bisa mendownload..saya agak terlambat mengajukan program induksi, terbilang sdh bulan ke 4, saya dari K2..gimana solusinya pak?apakah saya ikut lg thn depan atau hubungi dinas pendidikan setempat?

  12. Salam kenal Bapak. Perkenalkan saya Lilis Wijayanti. Saat ini sebagai PNS dengan jabatan fungsional pranata laboratorium pendidikan. Apakah saya bisa mengurus mutasi menjadi guru melalui PIGP? Apa saja yang harus saya persiapkan jika bisa? Kebetulan di kampung asal saya banyak sekolah negeri yang kekurangan tenaga pengajar. Terima kasih atas informasi yang Bapak berikan.

  13. salam Kenal…Maaf Pak…mengapa tdk ada sosialisasi dr dinas setempat utk guru2 yg wajib pigp khususnya K2 ? info yg kami trima dr teman2 sj tanpa kepastian…tks pak utk info n blsnya…Salam…

  14. selamat pagi pak, saya menjadi guru di sekolah swasta mulai tahun 2008 tetapi diangkat guru tetap yayasan tahun 2014..untuk inpassing yang terbaru ada sertifikat program induksi..apakah saya termasuk dalam peserta program induksi pak? karena saya sudah mengajar dari tahun 2008.terimakasih

  15. selamat pagi pak..saya mau tanya..saya mengajar di sekolah swasta mulai dari tahun 2008 tetapi jadi guru tetap tanggal 1 januari 2014…apakah saya termasuk dalam guru induksi? karena ini saya habis plpg di pengajuan inpassing ada sertifikat program induksi..padahal belum pernah ada sosialisasi dari dinas pendidikan. mohon penjelasannya…terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s